Penyakit Asam Urat merupakan sejenis penyakit rematik. Rematik adalah penyakit yang menyerang sendi (pertemuan tulang). Asam urat merupakan penyakit kelainan metabolisme purin yang mengakibatkan peradangan sendi (biasanya sendi lutut dan kaki). Rasa sakit pada sendi diakibatkan adanya penumpukan kristal asam urat yang masuk dalam rongga sendi. Padahal seharusnya asam urat yang ada dalam peredaran darah dapat dikeluarkan oleh ginjal melalui air seni (urine).
Pada penderita yang kadar asam uratnya melebihi nilai normal harus melakukan perubahan pola makannya dengan mempertimbangkan kadar purin dalam makanan yang dimakan. Upayakan untuk makan makanan yang mengandung purin rendah. Membatasi makanan agar tidak lebih dari 150 mg purin setiap kali makan. Selain itu juga harus diupayakan minum air putih minimal 3 liter sehari untuk mencegah terbentuknya batu saluran kencing.
KANDUNGAN PURIN PADA BAHAN MAKANAN:
Kelompok 1
Mengandung 0-50 mg purin/100 gr bahan makanan.
Bebas dikonsumsi pada penderita asam urat : buah-buahan, jus buah, sayuran kecuali yang masuk kelompok 2, minuman (kopi, teh), telur, susu dan produk susu.
Kelompok 2
Mengandung 50-150 mg/100 g bahan makanan.
Boleh dikonsumsi terbatas: Kacang-kacangan, kembang kol, kol, asparagus, bayam, kangkung, jamur, ayam, bebek, daging sapi, kambing, kelinci, burung dara, ikan, tiram, kerang.
Kelompok 3
Mengandung 150-1000mg/100 g bahan makanan.
Tidak boleh dikonsumsi: jerohan (otak, hati, ampela, ginjal), kaldu daging, ikan laut, sarden, alkohol, tape.